Hotel Terbaik di Aceh Singkil

Jumat, Juli 7

Posted by Hotel Singkil 07 Juli in

Lae Trup adalah kejutan. Keanekaragaman hayati masih elok tumbuh di sana. Terletak tak jauh dari kota Singkil yang riuh kendaraan, Lae Trup seperti kedap suara, hening menenangkan.

Di sana alam mengajarkan kepada kita tentang kecukupan nafkah manusia yang diberikan Tuhan. Seorang penangkap lele dengan alat tangkap yang sederhana mampu menghidupi keluarganya. Lele sale alam yang gurih ini, dijual di kota, sekilo harganya 250 ribu rupiah. Sedapat beberapa kilo seminggu tentu sudah membahagiakan pengasap ikan rawa ini.

Lae Trup adalah Amazon mini. Sungai kecil di Rawa Singkil ini sama kaya akan karbon oksigen yang vital bagi dunia. Aneka hayati yang tumbuh di sana adalah keunikan tersendiri; anggrek hutan di antara ribuan jenis tanaman menjadikan Lae Trup sebagai taman firdausi tropika.

Tengoklah burung rangkong terbang dari ranting ke ranting. Orangutan yang bergantung di pohon seperti memberi salam penyambutan. Menjelang senja para monyet mempersiapkan tempat tidurnya di ketinggian pohon. Bermacam tumbuhan langka dengan mudah kita temukan di pinggir sungai yang tak seberapa lebar itu. Inilah bahan baku farmasi yang melimpah.

Air sungainya hitam tapi bersih, tak berlumpur. Apabila kita mencebur ke dalam airnya. lebih sejuk daripada temperatur air sungai besar tempat Lae Trup berakhir.

Sungai berwarna hitam itu hasil rendaman ribuan akar dan dedauanan. Mengendap, bercampur dan mengalir. Maka pak Giring yang saya jumpai di Teluk Rumbia, desa terakhir menuju Lae Trup menceritakan jika warga desanya merasa kurang sehat, maka ada yang berkayuh ke Lae Trup untuk mengambil air. Tanpa dimasak air tersebut diminum untuk menyehatkan si sakit.

Air campuran akar daun ini mereka anggap mampu menyehatkan kembali. Bukanlah tahayul tindakan itu, karena obat farmasi pun berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kita yang dari kota, mungkin menganggap aneh. Sebab kita sudah lama dijerat iklan obat!

By Ali Djauhari

Rabu, Juni 28

Posted by Hotel Singkil 28 Juni in

Assalamualaikum Wr. Wb.

Jelang Idul Fitri 1 Syawal 1438 H
Keluarga Besar Hotel Singkil
mengucapkan :

    *_SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI_*
          Mohon Maaf Lahir Bathin

"Taqobbalallahu minna wa minkum
      shiyamana washiyamakum"

                Wassalam.

Posted by Hotel Singkil 28 Juni in

Jumbatan Tenggi merupakan pelabuhan kecil bagi para wisatawan dan juga wisatawan mancanegara yg biasanya menginap di the Sapo Belen menunju distinasi wisata Kepulauan Banyak yg terletak di pesisir pantai barat kabupaten Aceh Singkil.

Jumbatan tenggi menjadi ikon tidak hanya masyarakat lokal, melainkan juga bagi para wisatawan

 

Arsip Blog

Sponsor Link

Insert Your Email